Tata Cara Kelola Sampah untuk Meminimalisir Penularan Virus Covid-19

Setiap orang memiliki daya tahan tubuh yang berbeda-beda dengan perlakuan yang juga pasti berbeda. Apalagi di tengah kondisi pandemi seperti saat ini. di era new normal ini, kebiasaan menjaga kebersihan harus menjadi sebuah kebiasaan baru yang harus selalu diterapkan dimanapun dan dalam hal apapun. Termasuk dalam hal kelola sampah untuk mencegah penyebaran Covid.

Bagaimana Prosedur Kelola Sampah yang Tepat di Era New Normal Ini?

Bijak dalam mengelola sampah juga menjadi salah satu kebiasaan baru untuk mencegah penyebaran berbagai jenis penyakit, termasuk penyakit akibat virus Covid-19 ini. Ada beberapa perilaku bijak dalam mengelola sampah yang bisa diterapkan selama era new normal ini.

1. Memilah Sampah Menjadi 3 Jenis

Kalau sebelum adanya pandemi ini, biasanya Anda memisahkan jenis sampah menjadi 2 jenis, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Kini, di era new normal ini, Anda harus memisahkan sampah menjadi setidaknya 3 jenis, yaitu organik, anorganik dan sampah medis/infeksius.

Salah satu contoh sampah medis ini misalnya masker medis bekas pakai. Untuk tata cara kelola sampah jenis ini atau membuangnya pun ada aturannya. Lakukan proses disinfeksi dengan menyemprotkan cairan disinfektan terlebih dahulu sebelum membuangnya.

Kemudian disarankan untuk melipat setidaknya 3 kali dengan bagian yang yang dipakai pada mulut dan di hidung ada di bagian dalam. Selanjutnya juga disarankan menggunting masker sebelum membuangnya.

Jika sudah, bungkus dengan plastik, atau diletakkan di dalam wadah yang rapat. Kalau perlu gunakan wadah pembungkus berwarna merah sebagai tanda kalau itu adalah sampah medis. Lalu terakhir beri label sampah medis. Setelah membuang sampah medis ini, pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

2. Segera Proses Sampah Organik agar Tidak Menumpuk

Jika sebelumnya dibahas tentang bagaimana mengolah sampah medis, berikutnya adalah sampah organik. Agar tidak menjadi sarang bakteri dan menimbulkan penyakit, usahakan untuk segera memproses sampah organik ini.

Sisa sayuran atau makanan yang cepat membusuk akan lebih bermanfaat jika Anda bisa mengolahnya lagi, yaitu dengan menjadikannya untuk kompos. Tak perlu khawatir karena cara pembuatannya kini bisa Anda temukan dengan mudah di situs berbagi video di internet.

Sampah organik ini bisa diproses lagi menjadi pupuk kompos. Dengan segera memproses sampah organik, artinya Anda turut berperan meminimalisir penularan penyakit yang dibawa oleh bakteri dari sampah tersebut.

3. Mulai Biasakan Membawa Botol Minuman dan Kotak Bekal Sendiri

Membawa kotak bekal dan botol minum sendiri sudah sering dikampanyekan sebagai salah satu upaya kelola sampah sekaligus mengurangi produksinya. Namun jika sebelum pandemi Anda cukup membawa botol dan tempat makan kosong untuk kemudian diisi sendiri, sekarang Anda harus mulai mengubah kebiasaan tersebut.

Agar penularan virus Covid-19 bisa segera dihentikan, Anda harus mulai membiasakan diri menyiapkan makanan sendiri dari rumah guna meminimalisir jajan sembarangan di luar. Hal serupa juga berlaku untuk minuman.

Hal ini bisa memberikan banyak manfaat sekaligus. Anda bisa mencegah agar tidak tertular penyakit, bisa mengurangi sampah dari kemasan makanan yang sekali pakai, sekaligus bisa berhemat. Menguntungkan bukan?

4. Utamakan Memakai Material yang Tidak Sekali Pakai

Penumpukan sampah yang ada saat ini kebanyakan bersumber dari sampah-sampah barang sekali pakai. Maka dari itu, kampanye untuk menggunakan bahan atau material yang bisa dipakai berulang sudah dilakukan sejak dulu sebagai upaya kelola sampah yang efektif.

Hal ini juga berlaku saat masa new normal ini. Apabila tidak disarankan oleh petugas medis atau dokter, upayakan untuk memakai alat perlindungan diri yang terbuat dari bahan yang bisa dipakai kembali.

Contohnya untuk masker. Gunakan masker yang terbuat dari bahan yang bisa dicuci dan digunakan kembali. Namun tetap harus memperhatikan protokol medis yang disarankan, yaitu dilakukan disinfeksi, dicuci dan dijemur secara berkala dan mengganti masker setidaknya satu hari sekali.

5. Upayakan Minim Kontak Saat Melakukan Daur Ulang Sampah

Cara mengelola sampah yang terakhir di masa pandemi untuk mencegah penularan Covid-19 adalah dengan tetap meminimalisir terjadinya kontak dengan orang lain saat melakukan daur ulang sampah. Mendaur ulang sampah merupakan satu dari berbagai upaya yang dilakukan untuk pengelolaan sampah.

Di masa pandemi seperti saat ini, saat melakukan pemilahan sampah untuk kemudian dilakukan proses daur ulang, Anda mungkin akan menemukan banyak sampah-sampah medis. Mulai dari sampah masker yang sudah dipakai, botol hand-sanitizer dan disinfektan ataupun kertas-kertas dan kardus pembungkus.

Saat sedang memilah ini, upayakan untuk tetap meminimalisir kontak, apalagi kontak terhadap benda-benda medis seperti masker. Resiko tertular dari masker bekas pakai ini masih ada. Karena itu, saat memilah pun harus diperhatikan.

Selesai memilah sampah, jangan lupa cuci tangan. Jika Anda menggunakan jasa pengangkutan dan pengolahan sampah seperti Waste4Change, Anda juga harus memastikan agar tetap minim kontak. Upayakan untuk tetap menjaga jarak saat memantau dan memastikan sampah Anda didaur ulang dengan optimal.

Jasa seperti ini sebenarnya sangat memudahkan Anda dalam mengelola sampah, baik sampah rumah tangga ataupun sampah korporasi. Namun, yang harus diperhatikan selama pandemi ini adalah upaya untuk tetap minim kontak dan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam memantau pengolahan sampah tersebut.

Meskipun dalam masa pandemi, pengolahan sampah harus tetap dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian alam. Bedanya, prosedur kelola sampah ini harus menyesuaikan dengan kebiasaan hidup baru di new normal. Anda pun bisa tetap memberikan donasi untuk pengolahan sampah di Waste4Change. Akses https://waste4change.com untuk memberikan donasi Anda.