Ekspor-Impor Semakin Mudah Dengan 8 Fasilitas Dari Pemerintah Berikut Ini

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan telah menyediakan beberapa fasilitas penunjang untuk kegiatan ekspor impor yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Fasilitas penunjang tersebut untuk memudahkan pengusaha di sektor ekspor dan impor dalam berbisnis. Misalnya ketika anda ingin kirim barang dari Singapore ke Indonesia.

TPB merupakan fasilitas ataupun tempat guna melakukan proses barang impor untuk dijual. Dengan TPB akan memperoleh penangguhan hingga pembebasan beban bea masuk maupun kemudahan pabean yang lainnya.

Kegiatan yang bisa dilakukan terhadap barang impor di kawasan TPB antara lain, mengolah, mengemas, menimbun, memamerkan, mengemas kembali, mendaur ulang bahan, merakit produk, menggabungkan beberapa barang, mengurai bahan, memperbaiki maupun merekondisi, menjual, melakukan tes terhadap barang, hingga melakukan budidaya terhadap flora dan fauna yang berasal dari luar negara Indonesia.

Tak hanya fasilitas TPB yang tersebut di atas, akan tetapi juga terdapat fasilitas kemudahan yang lain dari pihak bea cukai, yaitu Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE).

Nah untuk mengetahui apa saja bentuk TPB akan dijelaskan lebih detail di bawah ini.

1. Kawasan Berikat atau KB

Kawasan berikat adalah fasilitas yang berupa pembebasan dan penangguhan bea masuk maupun beban pabean yang lainnya. Beban pabean terhadap barang impor ke perusahaan untuk menimbun dan mengolah terpadu suatu produk. Hasilnya akan diekspor atau juga bisa didistribusikan di dalam negeri.

Kemudahan lainnya yang bisa diperoleh adalah waktu yang relatif singkat karena tidak adanya pemeriksaan fisik di pelabuhan. Ditambah pengajuan dokumen bisa dengan mudah dilakukan sebelum pesawat atau kapal tiba.

2. Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE)

Salah satu fasilitas kemudahan pabean bagi perusahaan guna melakukan impor bahan baku industri adalah KITE. Untuk fasilitas KITE ini dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Fasilitas KITE untuk pembebasan
  • Fasilitas KITE untuk pengembalian

Fasilitas tersebut ditujukan untuk bea masuk dan PPN impor terhadap impor bahan baku. Yang nantinya bahan baku akan diolah, dirakit, dipasang, dan kemudian produk akan diekspor.

Bea masuk yang ada di fasilitas KITE ini sudah termasuk bea masuk tambahan seperti misalnya bea masuk anti dumping, pembalasan, safeguard, dan imbalan. Nah untuk bahan bakar, minyak pelumas, dan barang modal lainnya tidak memperoleh pembebasan.

3. Gudang Berikat (GB)

Gudang berikat adalah gudang tempat menyimpan barang impor dan bisa dilakukan kegiatan lain seperti mengemas, menyortir, menggabungkan, menyetel, memotong, dan mengepak barang yang akan didistribusikan. Untuk durasi menimbun barang di GB tidak boleh lebih dari setahun.

4. Pusat Logistik Berikat (PLB)

PLB bisa disebut dengan gudang multi logistik. Adanya PLB ini bertujuan untuk meminimalisir penimbunan inventori di luar negeri. Adanya PLB ini bisa menurunkan biaya penelusuran teknis.

5. Tempat penyelenggara pameran berikat (TPPB)

TPPB merupakan tempat pameran barang impor dari dalam negeri dengan kurun waktu tertentu. Pameran ini digencarkan berskala internasional guna bertukar informasi pasar dan lainnya.

6. Tempat pelelangan berikat (TLB)

TLB difungsikan sebagai tempat menimbun dan melelang barang impor. Pengusaha diwajibkan mempunyai bukti kepemilikan satu tempat untuk memperoleh ijin.

7. Toko bebas bea

Toko bebas bea merupakan toko yang menjual barang impor kepada para wisatawan asing. Secara umum, toko ini bisa dengan mudah ditemukan di area keberangkatan internasional, misalnya pelabuhan dan bandara besar.

8. Tempat daur ulang berikat

Tempat daur ulang berikat ini digunakan untuk mengolah limbah impor supaya barang memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Dengan adanya kemudahan dan fasilitas semacam ini, harapannya kerjasama dan perdagangan internasional bisa digencarkan dan ditingkatkan. Tentu saja untuk kemaslahatan bersama.